Program D3/S1 Manajemen Aktuaria
Program Penyatuan Diploma Sarjana untuk lulusan SMA, SMK, MAN dan Sederajat. Program ini merupakan hasil kerjasama antara Politeknik Bisnis dan Pasar Modal ( BCM College ) dengan Tanri Abeng University. Program ini dapat ditempuh dalam waktu 4 (empat) tahun.
Gelar : Ahli Madya (A.Md) dan Sarjana (SM)
Keuntungan mengambil Program Fast track/PPDS
PT KB Valbury Sekuritas
PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia
MNC Sekuritas (Branch PPM Menteng)
PT Yuanta Sekuritas Indonesia
Tujuan Program Studi
Tujuan Program Studi Manajemen Aktuaria adalah menghasilkan tenaga ahli yang kompeten dalam mengintegrasikan ilmu matematika, statistika, dan prinsip manajemen untuk mengelola risiko keuangan di masa depan. Melalui kurikulum yang terstruktur, program ini bertujuan membekali mahasiswa dengan kemampuan analisis data tingkat lanjut dan pemodelan stokastik yang krusial bagi industri asuransi, dana pensiun, dan investasi. Selain aspek teknis, program ini juga berkomitmen mempersiapkan lulusannya untuk lulus ujian sertifikasi profesi aktuaris nasional maupun internasional, sembari menanamkan integritas etis dan kecakapan komunikasi strategis agar mereka mampu menerjemahkan angka-angka kompleks menjadi keputusan bisnis yang cerdas dan berkelanjutan.
Berikut adalah daftar pekerjaan bagi lulusan Manajemen Aktuaria dalam bentuk poin-poin:
- Aktuaris (Asuransi Jiwa, Kesehatan, atau Umum): Menghitung premi, cadangan teknis, dan nilai risiko klaim.
- Analis Dana Pensiun: Mengelola skema manfaat pensiun dan memastikan kecukupan dana jangka panjang.
- Enterprise Risk Manager (ERM): Mengidentifikasi dan memitigasi risiko finansial maupun operasional di perusahaan besar.
- Investment Analyst: Menganalisis instrumen investasi seperti obligasi, saham, dan sukuk berdasarkan profil risiko.
- Underwriter: Mengevaluasi kelayakan risiko calon nasabah sebelum diterbitkannya polis asuransi.
- Konsultan Aktuaria: Menyediakan jasa audit dan valuasi aktuaria untuk pihak ketiga atau laporan keuangan perusahaan.
- Data Scientist Keuangan: Mengembangkan model prediktif menggunakan Big Data untuk perilaku pasar dan nasabah.
- Pegawai Otoritas Keuangan (seperti OJK atau BI): Mengawasi regulasi dan kesehatan finansial industri jasa keuangan.















